Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Peran Mahasiswa Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Melalui Pendirian Rumah Baca CERIA

Dalam Kamus Bahasa Indonesia (KBBI) pendidikan berasal dari kata ‘didik’ dan mendapat imbuhan ‘pe’ serta akhiran ‘an’ yang berarti sebuah metode, cara, maupun tindakan membimbing. Sedangkan menurut Perundang-undangan pendidikan adalah “usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan sepiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Jika didefinisikan secara luas, pendidikan adalah “hidup”. Artinya pendidikan adalah seluruh pengetahuan belajar yang berlangsung sepanjang hidup dalam berbagai situasi dan tempat yang memberikan pengaruh positif pada pertumbuhan setiap makhluk hidup (Kurniawati, 2022). 

Dalam pandangan Islam pendidikan merupakan hak pada setiap orang (education for all) dan berlangsung sepanjang hayat (long live education). Hal tersebut sesuai dengan hadist Rasulallah yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah “tholabul ilmi faridhotun ‘ala kulli muslimin” menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim, dan ada juga pada hadis “uthlubul ‘ilma minal mahdi ilallahdi” tuntutlah ilmu sejak buaian hingga liang lahat. Hadist-hadist itulah yang mendasari betapa pentingnya pendidikan, karena dengan pendidikanlah lahir generasi-generasi emas yang akan membangun bangsa. 

Seiring berkembangnya dunia pendidikan, terdapat juga berbagai macam masalah yang harus dihadapi, seperti rendahnya kualitas sumber daya pengajar, lemahnya dukungan dari pemerintah, sarana dan prasarana yang tidak memadai, dana pendidikan yang tidak murah, standar evaluasi pembelajaran yang kurang efektif, kelemahan dalam sektor menegemen pendidikan, serta tidak meratanya pendidikan di Indonesia terutama didaerah-daerah terpencil merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia (Fitri et al., 2021). 
Ilustrasi, Sumber : Aontas.com

Hasil survei yang dikeluarkan oleh PISA (Programme for International Student Assesment) pada tahun 2019 lalu, mengenai sistem pendidikan menengah didunia pada tahun 2018 menyatakan bahwa Indonesia berada diposisi ke-6 terendah, yakni peringakat ke-74 dari 79 dari negara-negara lainnya. Hal ini merupakan hal sangat memprihatinkan bagi pendidikan Indonesia (Yuliardi et al., 2023). Ditambah lagi adanya kemerosotan etika dan moral peserta didik di zaman sekarang ini, yang ditandai dengan tindak kejahatan seperti pencurian, perkataan kasar, hilangnya rasa hormat kepada yang lebih tua dan lain sebagainya. Adanya perilaku negatif tadi merupakan sebuah tanda akan hancurnya sebuah bangsa. Maka dari itu, penulis membuat suatu inovasi yang disebut rumah baca Ceria (Cerdas Ilmu Berakhlak Mulia). Rumah baca ini dilengkapi dengan program-program menarik dalam meningkatkan budaya literasi peserta didik. Dengan meningkatnya budaya literasi, diharapkan dapat merubah pendidikan di Indonesia menjadi semakin maju dan berkualitas tinggi. 

Dalam menyelesaikan masalah-masalah pendidikan di Indonesia diperlukan adanya kontribusi dari mahasiswa, masyarakat, pemerintah, maupun tiap individu. Untuk saat ini peran yang paling dibutuhkan adalah peran mahasiswa. Karena mahasiswa memiliki suatu pemikiran yang rekronstruktif dan selektif terhadap permasalahan seputar pendidikan dibangsa ini. Dengan pemikiran-pemikiran yang disampaikan pada pihak yang terkait inilah mahasiswa bisa mengontrol kebijakan kebijakan pada pemerintah dalam hal pendidikan. Sehingga terjalin komunikasi baik antara mahasiswa, pemerintah, serta masyarakat dengan menghasilkan solusi bagi kebutuhan permasalahan pendidikan di Indonesia. Salah satu upaya mahasiswa dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia adalah mendirikan rumah baca ceria yang pembangunannya bekerja sama antara masyarakat, pemerintah, maupun setiap individu. Dengan didirikannya rumah baca yang didesain sedemikian rupa dengan berbagai taman buku, sarana prasarana yang nyaman, serta koleksi buku yang menarik diharapkan dapat meningkatkan minat dan semangat peserta didik dalam membaca buku. 

Rumah Baca Ceria (Cerdas Ilmu dan Berakhlak Mulia)

Pada bulan maret 2016, Central Connecticut State University melakukan penelitian “Most Littered Nation In  The Word”, dan hasilnya menyatakan bahwa Indonesia menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca. Dari pernyataan tersebut menggambarkan betapa rendah dan memprihatinkannya budaya literasi di Indonesia (Prasrihamni et al., 2022).

Berdasarkan hal tersebut peneliti menyuguhkan program-program kegiatan yang menarik dalam meningkatkan literasi peserta didik. Program-program tersebut diantaranya: 

A. Menumbuhkan Minat Peserta Didik dalam Literasi 
Untuk meningkatkan kemampuan literasi pada peserta didik, Penulis menerapkan 3 tahap yang dapat diterapkan oleh mahasiswa terhadap peserta didik yaitu tahap pembiasaan, tahap pengembangan, dan tahap pembelajaran. Tahap yang pertama adalah tahap pembiasaan, dengan cara mahasiswa menanamkan rasa suka kepada peserta didik terhadap sebuah buku bacaan. Pada tahap ini awalnya  diperlukan suatu paksaan yang nantinya paksaan tersebut akan berubah menjadi suatu kebiasaan. Jika sudah terbiasa masuklah ke tahap kedua yaitu tahap pengembangan, tahap dimana mahasiswa mulai mengembangkan buku-buku yang ada, bisa dengan menambah koleksi buku di rumah baca agar peserta didik semakin tertarik dengan dunia literasi. Kemudian masuk tahap ketiga, yaitu tahap pembelajaran, pada tahap ini mahasiswa menerangkan apa yang ada didalam buku tersebut, menjelaskan nilai-nilai moral kehidupan yang tercantum pada buku sehingga peserta didik dapat memahami isi buku serta dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam rumah baca ini bukan hanya mengajarkan pembelajaran akademik saja, akan tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral keislaman sehingga akhlak dan budi pekerti peserta didik sesuai dengan norma-norma keislaman. 

B. Menyatu dengan Alam 
Proses pembelajaran yang diterapkan tidak hanya dilakukan di dalam rumah baca saja, akan tetapi kegiatan pembelajaran dilakukan di luar ruangan dengan memanfaatkan ruang terbuka  sehingga peserta didik mampu berinteraksi langsung dengan makhluk hidup yang ada disekitarnya (Mukti et al., 2020). Pembelajaran di alam ini menjadi salah satu strategi dalam mengembangkan metode belajar yang menyenangkan, karena pembelajaran yang dilakukan berprinsip pada bermain dan belajar yamg menjadikan peserta didik sebagai pusat pembelajaran, sehingga peserta didik tidak merasa jenuh dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Lingkungan yang asri, sejuk, aman juga akan membuat peserta didik nyaman untuk belajar. Dengan adanya pembelajaran di luar ruangaan, diharapkan dapat mengoptimalkan pertumbuhan dan kecerdasan beradaptasi secara langsung dengan lingkungan alam, serta diharapkan mampu menanamkan pribadi yang tangguh dan kuat pada peserta didik. 

C. Belajar Sambil Bermain 
Belajar adalah suatu proses perubahan pribadi manusia dimana perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk pengembangan kualitas dan kuantitas tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya (Ma’rifah, 2018). Bermain merupakan sautu kegiatan atau aktivitas yang menyenangkan dan menimbulkan kepuasan bagi diri seseorang (Siska Anggraini, 2021). Berdasarkan uraian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa metode belajar sambil bermain merupakan suatu desain pembelajaran yang menggunakan media permainan sebagai alat untuk membantu siswa lebih mudah dalam memahami materi pembelajaran dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. 
Dalam pembelajaran di rumah baca mahasiswa menerapkan kegiatan atau  permainan yang menyennagkan, permainan yang dipilih bukan hanya untuk mengisi waktu luang atau menghibur siswa, akan tetapi permainan yang mencerminkan unsur edukatif. Yaitu permainan dengan menggunakan metode atau alat edukatif yang berguna untuk mengembangkan keterampilan berbahasa, berfikir, dan interaksi dengan lingkungan. Dengan diterapkannya metode ini, diharapkan dapat meningkatkan kepribadian peserta didik dalam aspek sosial, kognitif, afektif, maupun aspek psikomotorik. 

D. Pengembangan Keterampilan 
Pembelajaran di rumah baca bukan hanya dalam hal akademik saja, tetapi juga dalam aspek keterampilan. Keterampilan merupakan salah satu komponen penting yang dibutuhkan dalam berbagai bidang kehidupan. Oleh karena itu, pada pembelajaran di rumah baca ceria, mahasiswa mengajarkan beberapa keterampilanketerampilan dasar, seperti menggambar, melukis, menganyam, keterampilan dalam menulis, keterampilan dalam berbahasa, maupun keterampilan dalam membuat kerajinan dari bahan bekas. Dengan begitu, keterampilan-keterampilan tersebut bisa menjadi sebuah kerajinan yang bermanfaat dan memiliki nilai jual yang tinggi. Harapannya dengan diajarkannya keterampilan pada peserta didik yaitu mengembangkan kemampuan berfikir kreatifdan dapat memberi ruang ekspresi dalam berkarya, sehingga terciptanya sumber daya manuasi yang unggul.  

Penulis : Alfiyah Nurul Aini (Anggota PMII Rayon Wisma Tradisi Korp MALAKA)
Penyunting : Dewi Sekar Harum (Co LSOR Nawa Aksara PMII Rayon Wisma Tradisi)

Posting Komentar

0 Komentar