Sistem pemerintahan di Indonesia dengan demokrasi, yang mana kekuasaan politik di genggam oleh rakyat. Penerapan demokrasi di Indonesia salah satunya dengan adanya pemilu (pemilihan umum). Pemilihan Umum biasanya berpautan akrab dengan pemilihan pemimpin. Hal ini tentunya sangat krusial bagi seluruh rakyat dikarenakan sistem pemerintahan di Indonesia sendiri yaitu dengan demokrasi.
Pemilihan umum 2024 dituding-tuding akan menjadi pesta demokrasi terbesar di dunia. Hal ini menjadi perhatian khusus bagi seluruh masyarakat jelang pemilihan umum 2024, dimana dalam pesta demokrasi mendatang juga ditetapkannya pemilihan bakal calon presiden 2024. Yang mencolok dari pesta demokrasi mendatang ialah banyaknya jumlah generasi z dan milenial yang ikut meramaikan ajang pemilihan umum 2024. Dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk pemilihan umum 2024 diperkirakan ada sebanyak 22,85 % pemilih dari golongan generasi z, sedangkan untuk generasi milenial sendiri, ini mencapai 33,60 % pemilih dari total DPT 2024. Dari data tersebut dapat kita tonton bahwa generasi z dan milenial menjadi salah satu faktor penentu pemilihan umum. Seluruh rakyat menjadi titik fokus dalam pemilihan umum, apalagi terkhusus untuk generasi z dan milenial.
Dewasa ini, generasi z dan milenial menjadi sasaran empuk dalam pemilihan umum 2024, lebih-lebih bagi para bakal calon presiden Februari nanti. Persaingan antar bakal calon presiden juga kian memanas menjelang pemilihan umum 2024. Para kandidat bakal calon presiden tentunya berlomba-lomba dalam menggaet antusias gen z dan milenial dalam pemilihan umum calon presiden yang akan datang. Antar kandidat bakal calon presiden sudah saling jegal dalam strategi politik demi mengambil hati masyarakat terkhusus untuk generasi z dan milenial yang mendominasi pemilihan umum yang akan datang.
Pemilihan bakal calon presiden menjadi sorotan seluruh masyarakat terkhusus gen z dan milenial sebab persaingan ketat antar bakal calon presiden akan pemilihan umum mendatang. Tiga kandidat yang mencalonkan diri sebagai bakal calon presiden 2024, antara lain Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan. Ketiga kandidat bakal calon presiden ini tentunya memiliki visi dan misi primadonanya masing-masing.
Dalam acara Narasi yang menghadirkan tiga bakal calon presiden, masing-masing dari bakal calon presiden menyampaikan gagasannya tentang berbagai topik aktual. Anies Baswedan yang mengutarakan gagasannya mengenai berbagai isu mulai dari penyediaan lapangan kerja sampai pengembangan energi terbarukan. Ganjar Pranowo yang memaparkan tentang transformasi enam pilar strategis yang meliputi pilar pangan, lingkungan, digital, energi, penegakan hukum, juga pendidikan dan kesehatan. Sedangkan Prabowo Subianto yang terakhir diberikan kesempatan dalam menyampaikan gagasan, memaparkan terkait strategi transformasi bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Tidak hanya dari gagasan masing-masing bakal calon presiden saja, generasi z dan milenial langsung mematok satu orang yang bakal dipilih dalam pemilu Februari mendatang. Lantas, bagaimana kiat generasi z dan milenial dalam melayani pemilihan bakal calon presiden 2024 mendatang ? Persisnya, generasi z dan milenial mesti mengintip komitmen masing-masing bakal calon presiden dengan menilik rekam jejak dari masing-masing bakal calon presiden 2024. Rekam jejak dari masing-masing calon jelas penting guna melihat seberapa jauh komitmen dari masing-masing calon presiden. Apakah dari rekam jejak tersebut nyata betul berkomitmen? Ataukah hanya janji-janji gadungan?
Generasi z dan milenial juga tidak hanya memperhatikan rekam jejak bakal calon presiden saja, kendati juga melihat aspek lainnya. Memilih bakal calon presiden juga tidak hanya dilihat yang paling tenar saja tentunya. Yang menjadi persoalan dalam pemilihan dari generasi z dan milenial lebih lanjut adalah kurangnya kepekaan generasi z dan milenial dalam aspek politik, akibatnya generasi z dan milenial cenderung memilih bakal calon presiden pun dipandang dari yang kiranya populer saja dalam kalangan generasi z dan milenial, atau hanya dilihat dari partainya saja, bahkan yang amat parah, memilih bakal calon presiden hanya dengan ikut-ikut teman saja.
Para kandidat bakal calon presiden pun mengubah gaya politik mereka dengan mendayagunakan media sosial sebagai jembatan politik mereka terhadap generasi z dan milenial. Kendati demikian, tidak sedikit generasi z dan milenial yang masih buta akan politik terkhusus untuk pemilihan bakal calon presiden yang akan datang. Ini yang harus dicermati dalam generasi z dan milenial dalam kiat pemilihan bakal calon presiden mendatang. Literasi dan kesadaran generasi z dan milenial sangat penting dikarenakan generasi z dan milenial inilah yang menjadi salah satu faktor penentu pemilihan umum bakal calon presiden 2024.
Sebagai generasi z dan milenial tentunya harus pandai-pandai dalam menyeleksi pemimpin yang nantinya bakal memimpin bangsa untuk lima tahun ke depan. Masa depan bangsa tergantung kita yang menentukan, untuk itu generasi z dan milenial harus mampu dalam menilik dan memahami kiat bakal calon presiden dalam mengkampanyekan visi dan misinya.
Penulis : Winda Astuningtyas (Anggota PMII Rayon Wisma Tradisi Korp MALAKA)
Penyunting : Dewi Sekar Harum (Co LSOR Nawa Aksara PMII Rayon Wisma Tradisi)
0 Komentar