Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Imbas Teknologi Dalam Pembelajaran Konstruktivisme

Untuk melahirkan suasana pembelajaran yang kondusif mestinya dibutuhkan penerapan teori belajar yang pas, lantaran penerapan teori pembelajaran yang tidak pas menjadikan banyak pihak yang dipusingkan, terutama bagi pelajar itu sendiri. Selain menggunakan teori belajar yang pas, tentunya dibutuhkan juga suasana lingkungan yang baik, dengan adanya sarana dan prasarana yang mencukupi. Penerapan teori belajar tentunya benar-benar essensial, sebab menentukan jalan dan buah hasil belajar siswa. Salah satu teori belajar yang diterapkan dalam proses pembelajaran siswa ialah teori belajar konstruktivisme. Teori konstruktivisme ini diterapkan dalam proses belajar siswa lantaran teori belajar mengarah kepada proses pembentukan terhadap pengetahuan yang berasal dari peserta didik itu sendiri. Menurut Schunk (1986), pengetahuan ada di dalam diri seseorang yang sedang mengetahui. Intinya pada teori kontrustivisme siswa dituntut aktif dalam pembelajaran, seperti aktif berfikir, menyusun konsep, aktif bertanya, dan aktif dalam memberi makna apa yang di pelajari. 

Tentunya, teori ini sudah diterapkan dalam proses belajar siswa di sekolah. Dalam implementasinya, peran aktif siswa sangat diperlukan. Lingkungan yang kondusif juga dibutuhkan. Dalam melangsungkan lingkungan yang kondusif, pembelajaran siswa dapat berupa tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh siswa atau dapat berupa persoalan yang harus dikerjakan oleh siswa. Tentunya, dalam menerapkan proses pembelajaran siswa, sarana dan prasarana yang menunjang juga diperlukan. Contohnya teknologi dalam pendidikan yang memadahi. Kemajuan teknologi yang semakin pesat membawa pengaruh juga dalam pendidikan. Peran teknologi dalam dunia pendidikan benar-benar penting di era saat ini. Antara lain, meningkatkan minat belajar peserta didik, memudahkan proses pembelajaran, menyediakan variasi pembelajaran, mempermudah pendidik dalam evaluasi belajar, dan yang terakhir yakni melancarkan pelajar dalam menebar informasi.

Teknologi dalam pembelajaran konstruktivisme dijadikan sebagai fasilitator atau penunjang dalam model pembelajarn, sehingga proses belajar menjadi lebih inofatif dan kreatif. Proses belajar bagi siswa pun juga gampang digarap dengan adanya teknologi, baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Teknologi merupakan salah satu sarana siswa dalam pembelajaran konstruktivisme, sebab pembelajaran ini menuntut siswa dalam kemandirian  dengan menambah pengetahuan dan keterampilan siswa, selain itu juga meningkatkan kreatifitas dan cara berfikir kritis siswa. Semua informasi terkhusus pengetahuan, selurhnya dapat di akses dengan adanya teknologi yang semakin canggih.

Selain mempemudah dalam mengakses informasi dalam dunia pendidikan, teknologi juga membawa dampak negatif dalam pembelajaran konstruktivisme. Kenyataannya, tidak sedikit siswa yang menyimpangkan peran teknologi dalam proses pembelajaran, padahal tujuan dari belajar sendiri ialah untuk melahirkan siswa yang 'baru', dimana siswa menjadi peserta didik yang lebih bermakna. Tampaknya, seiring dengan teknologi yang semakin maju juga semakin pintar siswa dalam mencurangi dalam hal pendidikan. Ketergantungan siswa dalam teknologi memicu penerapan pembelajaran konstruktivisme kurang efektif, semestinya penerapan pembelajaran konstruktivisme bermaksud menjadi proses belajar yang menjadikan siswa menjadi lebih mandiri, lebih bermakna. Dengan adanya kecurangan-kecurangan dalam proses belajar tentunya tujuan dari penerapan pembelajaran konstruktivisme sukar terealisasikan. Sedangkan tujuan dari pembelajaran konstruktivisme sendiri yakni melatih siswa berfikir kreatif dan kritis, serta mampu memecahkan masalah yang terjadi. 

Contoh konkret dari kecanduan teknologi pada proses belajar siswa ialah mengerjakan tugas tugas yang diberikan oleh guru dengan memanfaatkan sarana informasi digital, yang mana dengan adanya semua informasi  sudah tersedia lewat tegnologi digital memicu siswa malas berfikir dan berakibat ketagihan dengan adanya teknologi digital. Teknologi AI amat marak digunakan di era sekarang, terutama pagi para pelajar juga imbas dari adanya teknologi digital. Dampak AI menyebabkan melemahnya potensi belajar siswa, lantaran bagi siswa yang malas mengerjakan tugas gampang saja memanfaatkan teknologi AI ini. Jelas saja, hal ini sangat berpengaruh pada pembelajaran konstrukrivisme, yang mana hal ini memicu menurunkan minat belajar siswa. Pengetahuan siswa tentu bukannya malah bertambah, justru pengetahuan siswa tidak meningkat akibat dari ketergantungan penggunaan teknologi AI. Jika dibiarkan, jelas akan menjadi masalah yang serius dalam dunia pendidikan untuk kedepannya. Lebih-lebih, dalam proses belajar yang menerapkan pembelajaran konstruktivisme. Sedangkan penerapan pembelajaran konstruktivisme sudah diterapkan disemua jenjang pendidikan. 

Untuk itu perlunya menangani masalah kemajuan teknoogi dalam pendidikan terutama dalam penerapan pembelajaran konstruktivisme harus ditindaklanjuti, terpenting bagi para siswa. Sebab, penerapan pembelajaran konstruktivisme dinilai cukup efektif dalam mengembangkan potensi siswa. Ekspansi dari potensi siswa sendiri dari penerapan pembelajaran kontruktivisme antara lain, keaktifan siswa di dalam atau di luar pembelajaran, meningkatkan kreatifitas siswa, menumbuhkan kemandirian siswa, dan juga menciptakan pembelajaran yang bermakna bagi siswa. 

Nah, hal pertama yang bisa dilakukan ialah dari diri siswa itu sendiri untuk mengatasi kecurangan dalam proses belajar siswa lewat kemajuan teknologi. Maksudnya, bagaimana cara siswa pintar-pintar memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran dengan baik, yang tentunya tidak merugikan diri sendiri. Bagaimana tidak merugikan diri sendiri, jika salah kaprah dalam memakai kemajuan teknologi dalam bentuk negatif. Dengan mencurangi proses belajar dalam pembelajaran konstruktivisme kelak yang akan terkena dampak terbesar yakni siswa itu sendiri. 

Memanfaatkan teknologi dalam proses belajar yang baik antara lain, pintar-pintar menyaring informasi, sebab tidak semua informasi yang kita dapatkan dari informasi digital belum tentu benar. Memilih informasi secukupnya, yang kira-kira akan membangun potensi siswa. Dan manfaatkan teknologi AI dalam hal positif saja. Dengan begitu, pembelajaran konstruktivisme dapat berjalan dengan lancar dan menguntungkan bagi siswa. Dengan mencurangi pembelajaran konstruktivisme dengan kemajuan teknologi yang mana menimbulkan menurunnya potensi siswa, pembelajaran kontruktivisme dapat dikatakan gagal. Untuk itu, peran siswa dalam menyikapi kemajuan teknologi dalam proses pembelajaran konstruktivisme sangat penting.

Perlunya menyikapi kemajun teknologi sangat esensial bagi para siswa. Sebab, pendidikan sebagai kunci utama kemajuan bangsa. Jika siswa semakin malas berfikir dengan adanya kemajuan teknologi, tentunya menyebabkan Bangsa Indonesia semakin terbelakang. Dengan menyikapi peran teknologi dengan baik bagi para siswa akan melahirkan generasi bangsa yang cerdas, yang mana hal ini akan menjadikan bangsa semakin maju.

Penulis : Winda Astuningtyas (Anggota PMII Rayon Wisma Tradisi Korp MALAKA)
Penyunting : Dewi Sekar Harum (Co LSOR Nawa Aksara PMII Rayon Wisma Tradisi)

Posting Komentar

0 Komentar