Hot Posts

6/recent/ticker-posts

SOCRATES (Mengenali Diri)

SOCRATES

Socrates adalah seorang filsuf yunani yang cukup terkenal. Socrates mempunyai julukan gadfly of athena (lalat) , karena setiap dia berkeliling athena, dia mengangu orang orang yang  ia temuin di jalan jalan dengan pertanyaan pertanyaan yang kritis. Secara fisik socrates pada zaman yunani tidak mencerminkan orang yunani pada umum nya karena orang yunani pada zaman yunani dulu digambarkan terkenal gagah, ganteng, dan menawan , sedangkan socrates di gambarkan sebaliknya pendek,gendut,mulutnya lebar, hidungnya pesek, dan matanya agak menjorok keluar. socrates juga mempunyai murid, yaitu pluto dan aristoteles, yang akhirnya mereka juga menjadi seorang filsuf yang cukup dikenal hingga sekarang.

Pada zaman itu socrates menggeser orientasi berfikir orang yunani dari berfikir cosmosentris menjadi antroposentris. Cosmosetik adalah ilmu ilmu yang bersifat kealaman / alam semesta, sedangkan antroposentris adalah ilmu yang memandang bahwa manusia sebagai pusat dari sistem alam semesta. Tetapi orientasi socrates yang memandang bahwasannya manusia sebagai pusat dari alam semesta, membuatnya harus mengakhiri hidupnya dengan sangat tragis, karena ia di jatuhi hukuman eksekusi mati, dengan cara di paksa meminum racun, karena dianggap merusak pemikiran anak-anak muda pada zaman itu.

Semasa hidup, socrates memiliki misi hidup‘’ saya tidak peduli dengan hal-hal yang di pedulikan kebanyaan orang, seperti menghasilkan uang, memiliki rumah, jabatan, dll, yang berlangsung di kota kita, aku akan menetapkan diri untuk mempersembahkan kepadamu, semuanya yang saya anggap sebagai layanan yang terbesar yang mungkin aku akan mencoba membujukmu untuk tidak terlalu memikirkan apa yang orang miliki dengan apa yang engkau miliki, sehingga menjadi dirimu serasional mungkin’’. Dapat di simpulkan kutipan socrates tersebut bahwasannya kita jangan membanding-bandingkan diri dalam hal kepemilikan, dan pada kata ‘’kepadamu’’ pada kutipan socrates,bermadsud kebenaraan. Socrates ingin agar semua orang menjadi orang baik, rasional, dan menjadi orang yang tidak sibuk dengan hal yang bersifat kepemilikaan. Setelah kematiannya socrates, ia mempunyai julukan luqman al hakim. Luqman yang berarti tertelan (meninggal di paksa menelan racun). Sedangkan hakim yang berarti orang yang penuh hikmah (kebijaksanaan). Ia mendapat julukan seperti itu dikarenakan penyesalan petinggi-petinggi athna yang setuju mengeksekusi kematiannya socrates, dan berharab kejadian seperti itu tidak akan terulang lagi.

Menurut Socrates rumus hidup yang baik dan sederhana itu ‘’harus bijaksana‘’. Bijaksana itu ketika kita bisa mengaplikasikan kebenaran sesuai dosisnya dan cocok dengan ruang dan waktu. Kalimat socrates mengenai kebijaksanaan ‘’its not living that matters but living rightly’’yang artinya : bukan hidup yang penting melainkan hidup yang benar. Untuk menjadi bijaksana menurut socrates ada 3 dasar yaitu:

1.      Now your self ( kenali diri )

2.      Exceminate life (hidup yang di renungi dan diuji terus menerus, karena hidup ini berkembang secara dinamis, yang hari ini benar belaum tentu besok benar )

3.      Freedom ( kemampuan untuk mengendalikan diri kita sendiri )

Mengutip dari kalimat Socrates ‘’ wanting what you ought to want, and knowing what that is’’ (menginkan apa yang harus kita inginkan dan tahu apa yang kita ingin kan ). Pertanyaan mengenai diri sendiri yang harus dipahami oleh mannusia agar menjadi manusia yang seutuhnya adalah‘’know thyself  ? (siapa kita ?), who we shoild be ? (siapa kita yang seharusnya ?), who we will become ? (siapa kita nantinya ?)’’ Pertanyaan tentang siapa aku, memiliki 2 sisi / nilai :

1.      Identitas : kepribadian dari sudut pandang kita sendiri.

2.      Reputasi : kepribadian dari sudut pandang pengamat / orang lain.

Menurut Socrates dalam dunia ini kita memiliki 2 sisi, yaitu (jasmani dan rohani) dan memiliki 2 dimensi yaitu (abadi dan sementara). Jiwa adalah yang terpenting dalam kedua sisi dalam diri, karena sesungguhnya jiwa adalah kunci kebahagiaan. Jiwa dapat dikatakan sehat, ketika jiwa itu sadar untuk mencari kebenaran, kebaikan, keadilan, dan pengetahuan diri. Jiwa dikatakan lemah dan sakit ketika yang dikejar adalah kekayaan, ketenaran, dan kekuasaan.jika ingin mengenali diri kita sendiri , coba kalian kenali jiwa di dalam diri terlebih dahulu, karena jiwa adalah daya emosional dan cara berfikir.

Faktor orang-orang kadang merasa sulit untuk mengenali diri sendiri disebabkan karena, dorongan alam bawah sadar, tekanan dari luar, emosi, ambisi, keterbatasan pengalaman dan sejenisnya. Manusia juga di kendalikan hal-hal yang tidak tampak juga. Ada 2 teori dari Jahary Windows, tentang sudut pandang diri sendiri dan orang lain :

KNOW TO SELF

NOT KNOW TO SELF

KNOWN TO OTHER

open area

blind spot

NOT KNOW TO OTHERS

hidden area

unknown

 

·         Open area : semua org bisa lihat.

·         Hidden area : diri sendiri tahu, tapi orang lain tidak tahu (aib).

·         Blind spot : tidak tahu diri sendiri, tapi orang lain tahu tentang diri kita.

·         Unkown : orang lain dan diri sendiri sama- sama tidak tahu.

Penguasaan diri menurut socrates ada 3 :

1.      Enkrateia : dapat menguasai emosi

2.      Libertas : berkerja secara rasional

3.      Autarchia : tahu batas

Pertanyaan yang sering diajukan socrates kepada orang-orang yang ia temui untuk menguji kebenaran: apakah sesuatu itu benar ?, apakah sesuatu itu baik ?, apakah sesuatu itu penting ?. dan 3 pertanyaan tersebut sering di sebut dengan tripel filter. kita menguji tidak selalu menguji ke dalam (intropeksi diri),’’ jika engkau ingin mengetahui pemikiranmu, engkau harus mencoba untuk meyakinkan orang lain tentang ide tersebut (quates socrates).‘’ jika ingin menguji diri sendiri, ada 2 syarat yang harus di penuhi untuk menguji diri: feedback (siap diberi masukan) dan coachabilty (siap dilatih dan di beri masukan).

Kalimat mutiara dari Socrates:

·      Belajarlah dari siapapun dan apapun.

·      Jika ingin merubah suatu kaum maka perbaikilah dirimu sendiri dahulu.

·      ’ true wisdom comes to each of us when we realize how little we understand about lif, ourseves aand the world around us’’ ( kebijaksanaan yang sejati itu hadir ketika kita sadar, ilmu kita sangatlah sedikit, baik tentang hidup kita, tentang diri ini, maupun dunia disekeliling kita).

·      Semakin besar tantangan, semakin besar kebahagiaan yang kita rasakan,jika kita bisa menaklukannya ‘’ the greater the difficulty, the greater the glory of overcoming it ‘’ ( semakin besar kesulitan, semakin besar kejayaan yang kita rasakan dari menaklukannya ).

Ditulis Oleh : Amsaina Mufidah Rahmah

Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=bcR9xmnYNbk

Posting Komentar

0 Komentar