Socrates adalah seorang filsuf yunani yang
cukup terkenal. Socrates mempunyai julukan gadfly of athena (lalat) ,
karena setiap dia berkeliling athena, dia mengangu orang orang yang ia temuin di jalan jalan dengan pertanyaan
pertanyaan yang kritis. Secara fisik socrates pada zaman yunani tidak
mencerminkan orang yunani pada umum nya karena orang yunani pada zaman yunani
dulu digambarkan terkenal gagah, ganteng, dan menawan , sedangkan socrates di
gambarkan sebaliknya pendek,gendut,mulutnya lebar, hidungnya pesek, dan matanya
agak menjorok keluar. socrates juga mempunyai murid, yaitu pluto dan aristoteles,
yang akhirnya mereka juga menjadi seorang filsuf yang cukup dikenal hingga
sekarang.
Pada zaman itu socrates menggeser orientasi
berfikir orang yunani dari berfikir cosmosentris menjadi antroposentris.
Cosmosetik adalah ilmu ilmu yang bersifat kealaman / alam semesta, sedangkan
antroposentris adalah ilmu yang memandang bahwa manusia sebagai pusat dari
sistem alam semesta. Tetapi orientasi socrates yang memandang bahwasannya
manusia sebagai pusat dari alam semesta, membuatnya harus mengakhiri hidupnya dengan
sangat tragis, karena ia di jatuhi hukuman eksekusi mati, dengan cara di paksa meminum
racun, karena dianggap merusak pemikiran anak-anak muda pada zaman itu.
Semasa hidup, socrates memiliki misi hidup‘’
saya tidak peduli dengan hal-hal yang di pedulikan kebanyaan orang, seperti
menghasilkan uang, memiliki rumah, jabatan, dll, yang berlangsung di kota kita,
aku akan menetapkan diri untuk mempersembahkan kepadamu, semuanya yang
saya anggap sebagai layanan yang terbesar yang mungkin aku akan mencoba
membujukmu untuk tidak terlalu memikirkan apa yang orang miliki dengan apa yang
engkau miliki, sehingga menjadi dirimu serasional mungkin’’. Dapat di
simpulkan kutipan socrates tersebut bahwasannya kita jangan membanding-bandingkan
diri dalam hal kepemilikan, dan pada kata ‘’kepadamu’’ pada kutipan socrates,bermadsud
kebenaraan. Socrates ingin agar semua orang menjadi orang baik, rasional, dan
menjadi orang yang tidak sibuk dengan hal yang bersifat kepemilikaan. Setelah
kematiannya socrates, ia mempunyai julukan luqman al hakim. Luqman yang
berarti tertelan (meninggal di paksa menelan racun). Sedangkan hakim yang
berarti orang yang penuh hikmah (kebijaksanaan). Ia mendapat julukan seperti
itu dikarenakan penyesalan petinggi-petinggi athna yang setuju mengeksekusi
kematiannya socrates, dan berharab kejadian seperti itu tidak akan terulang
lagi.
Menurut Socrates rumus hidup yang baik dan
sederhana itu ‘’harus bijaksana‘’. Bijaksana itu ketika kita bisa
mengaplikasikan kebenaran sesuai dosisnya dan cocok dengan ruang dan waktu. Kalimat
socrates mengenai kebijaksanaan ‘’its not living that matters but living
rightly’’yang artinya : bukan hidup yang penting melainkan hidup yang
benar. Untuk menjadi bijaksana menurut socrates ada 3 dasar yaitu:
1.
Now your self ( kenali diri )
2.
Exceminate life (hidup yang di renungi dan diuji terus menerus, karena hidup ini
berkembang secara dinamis, yang hari ini benar belaum tentu besok benar )
3.
Freedom ( kemampuan untuk mengendalikan diri kita sendiri )
Mengutip dari kalimat Socrates ‘’ wanting
what you ought to want, and knowing what that is’’ (menginkan apa yang
harus kita inginkan dan tahu apa yang kita ingin kan ). Pertanyaan mengenai
diri sendiri yang harus dipahami oleh mannusia agar menjadi manusia yang
seutuhnya adalah‘’know thyself ?
(siapa kita ?), who we shoild be ? (siapa kita yang seharusnya ?), who we will
become ? (siapa kita nantinya ?)’’ Pertanyaan tentang siapa aku, memiliki 2
sisi / nilai :
1. Identitas : kepribadian dari sudut pandang
kita sendiri.
2. Reputasi : kepribadian dari sudut pandang
pengamat / orang lain.
Menurut Socrates dalam dunia ini kita memiliki
2 sisi, yaitu (jasmani dan rohani) dan memiliki 2 dimensi yaitu (abadi dan
sementara). Jiwa adalah yang terpenting dalam kedua sisi dalam diri, karena
sesungguhnya jiwa adalah kunci kebahagiaan. Jiwa dapat dikatakan sehat, ketika
jiwa itu sadar untuk mencari kebenaran, kebaikan, keadilan, dan pengetahuan
diri. Jiwa dikatakan lemah dan sakit ketika yang dikejar adalah kekayaan,
ketenaran, dan kekuasaan.jika ingin mengenali diri kita sendiri , coba kalian
kenali jiwa di dalam diri terlebih dahulu, karena jiwa adalah daya emosional
dan cara berfikir.
Faktor orang-orang kadang merasa sulit untuk
mengenali diri sendiri disebabkan karena, dorongan alam bawah sadar, tekanan
dari luar, emosi, ambisi, keterbatasan pengalaman dan sejenisnya. Manusia juga
di kendalikan hal-hal yang tidak tampak juga. Ada 2 teori dari Jahary Windows,
tentang sudut pandang diri sendiri dan orang lain :
KNOW TO SELF |
NOT KNOW TO SELF |
|
KNOWN TO OTHER |
open area |
blind spot |
NOT KNOW TO OTHERS |
hidden area |
unknown |
·
Open area : semua org bisa lihat.
·
Hidden area : diri sendiri tahu, tapi orang lain tidak
tahu (aib).
·
Blind spot : tidak tahu diri sendiri, tapi orang lain
tahu tentang diri kita.
·
Unkown : orang lain dan diri sendiri sama- sama tidak
tahu.
Penguasaan diri menurut socrates ada 3 :
1.
Enkrateia : dapat menguasai emosi
2.
Libertas : berkerja secara rasional
3.
Autarchia : tahu batas
Pertanyaan yang sering diajukan socrates
kepada orang-orang yang ia temui untuk menguji kebenaran: apakah sesuatu itu
benar ?, apakah sesuatu itu baik ?, apakah sesuatu itu penting ?. dan 3
pertanyaan tersebut sering di sebut dengan tripel filter. kita menguji
tidak selalu menguji ke dalam (intropeksi diri),’’ jika engkau ingin
mengetahui pemikiranmu, engkau harus mencoba untuk meyakinkan orang lain
tentang ide tersebut (quates socrates).‘’ jika ingin menguji diri sendiri,
ada 2 syarat yang harus di penuhi untuk menguji diri: feedback (siap
diberi masukan) dan coachabilty (siap dilatih dan di beri masukan).
Kalimat mutiara dari Socrates:
·
Belajarlah dari siapapun dan apapun.
·
Jika ingin merubah suatu kaum maka perbaikilah dirimu
sendiri dahulu.
·
‘’ true wisdom comes to each of us when we realize how
little we understand about lif, ourseves aand the world around us’’ (
kebijaksanaan yang sejati itu hadir ketika kita sadar, ilmu kita sangatlah
sedikit, baik tentang hidup kita, tentang diri ini, maupun dunia disekeliling
kita).
·
Semakin besar tantangan, semakin besar kebahagiaan yang
kita rasakan,jika kita bisa menaklukannya ‘’ the greater the difficulty, the
greater the glory of overcoming it ‘’ ( semakin besar kesulitan, semakin
besar kejayaan yang kita rasakan dari menaklukannya ).
Ditulis Oleh : Amsaina Mufidah Rahmah
0 Komentar