“Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani”
Ki
Hajar Dewantara
Yogyakarta, Rayonwistrad.org
PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) Rayon Wisma Tradisi, melakukan
diskusi tokoh yang pertama kalinya pada tanggal 02 September 2021, bertempat di
Rayon PMII Wisma Tradisi. “Dalam diskusi ini, membahas mengenai pemikiran dan
juga latar belakang beliau mengenai gagasan beliau yang sangat komprehensif
mengenai pendidikan” tutur Sahabat Yasir selaku salah satu pengurus rayon dan
juga sebagai Koordinator Kaderisasi rayon.
Kegiatan ini diadakan
secara hybrid (online dan juga offline)
oleh Korp ANTARIKSA selaku anggota, Korp SOLID selaku partner, Korp SAKTI
selaku pengurus rayon dan juga beberapa kader PMII dari korp di atas pengurus
rayon.
Dalam diskusi ini,
banyak yang turut serta aktif untuk menyampaikan pendapat dan juga pandangan
terhadap sesosok Ki Hajar Dewantara yang memang secara komprehensif patut dan
layak untuk di diskusikan terkhusus bagi calon-calon pendidik bangsa.
Sangat penting memang,
dalam kita memahami latar belakang dan juga bentuk pemikiran yang disampaikan
oleh Ki Hajar Dewantara. “Ki Hajar Dewantara merupakan sesosok pemimpin sejati
yang bahkan rela melepaskan zirah kebangsawanannya demi untuk bisa berbaur dan
memahami secara menyeluruh, apapun yang menjadi masalah dan juga keresahan
masyarakat pribumi pada masa itu. Dan berawal dari situlah, ide-ide dan juga
banyak gagasan muncul untuk menghilangkan dan mencoba menyamaratakan terkhusus
di dunia pendidikan bagi seluruh elemen masyarakat yang ada. Salah satu bentuk
ide beliau adalah konsep pendidikan Among, dan juga lebih khususnya gagasan
mengenai semboyan ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri
handayani.” tutur sahabat Zam-zam selaku pemantik pada diskusi di malam
hari ini
Selain itu, dalam
diskusi ini juga sedikit di pantik mengenai pandangan secara pribadi apa dan
kenapa dilaksanakannya pendidikan. Seperti apa yang disampaikan oleh Sahabati
Tyas, bahwa “Pendidikan merupakan suatu bentuk pendewasaan bagi orang yang
memiliki hak dan kewajiban untuk hidup. Karena mau dan tidak mau, setiap orang
memiliki suatu keharusan untuk mendewasakan diri, baik dari segi pemikiran,
pengalaman, bahkan dari sisi pengetahuan itu sendiri”.
Kontributor : Hilmi Ahmad Marzuqi
0 Komentar