Oleh : Muhammad Ulil Abshor
Fajar menyingsing membuka eksistensi nusantara
Mata menyongsong memandang hakikat dunia
Belum usai gemuruh hiruk pikuk perekonomian
Indonesia
Kini muncul virus corona membumirata
Antah-berantah memberitakan migrasinya kawanan
burung
Atau berhasilnya bintang laut mencapai daerah palung
Mungkinkah kritikan prajurit yang mengeluh kepada
ratu lebah
Melihat gerak-gerik pemuda penuh dengan simpul
serakah
Transaksi yang dulunya tatap muka
Kini menjelma suara klakson saling bersapa
Keluh kesah berbalut luka
Membawa seketika keredupan asa
Menengadah hari mulai gelap
Ruang-ruang toko sunyi senyap
Kursi kayu berdiri sendirian
Meja layu termangu kesepian
Bagaimana mau berkembang
Daksa memberontak oleh ketidakmampuan pikiran
Membawa angan-angan menerawang langit
Hinggap menuju kehidupan yang kian terlilit
Bagaimana mau berproses
Buana yang dikenal sebagai jembatan sukses
Tidak mampu menyiasati pejuang
Justru hirap mencekam bayang-bayang kehancuran
Bagaimana mau berkemajuan
Jagat nirwana kediaman kaum bangsawan
Tidak memikirkan nasib para petualang
Menatap hari penuh malang
Mari tegakkan asa penuh keadilan
Berbagi sempena raih kesejahteraan
Barangkali ini adalah sebuah ujian
Sejauh mana mengugemi daya tahan
Galang dana sadarkan relawan
Korupsi kolusi patut kita lawan
Kobarkan falsafah spirit kebinekaan
Hingga Tuhan memberikan kita rasa aman
Yogyakarta, 16 Juli 2021
0 Komentar