Yogyakarta, Rayonwistrad.org. Pergerakan Mahasiswa
Islam Indonesia (PMII) Rayon Wisma Tradisi melaksanakan Masa Penerimaan Anggota
Baru (MAPABA) 2021. Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari yaitu dari tanggal
24-26 September 2021 di Babelu, Sleman, Yogyakarta. Palaksanaan kegiatan ini
dilakukan tentunya dengan mematuhi protokol kesehatan karena masih dalam
kondisi pandemi.
Mengusung tema, “New Generation Of PMII : Learning Together PMII Forever”. “Tujuan
pengambilan tema ini merupakan sebagai bentuk branding terhadap adanya acara MAPABA 2021. Dengan harapan akan
menimbulkan semangat untuk mengikuti acara MAPABA 2021. Generasi baru yang
penuh ghirroh dan semangat untuk berproses bersama di PMII dan berkeyakinan
bahwa PMII adalah organisasi yang tepat”, tutur sahabat M Kharis Syifaul Anam selaku
ketua panitia MAPABA 2021. Adanya kegiatan MAPABA ini merupakan gerbang awal
berproses dalam PMII Wisma Tradisi dan membentuk anggota yang mu’taqid.
Pembukaan acara MAPABA dimulai dengan bacaan ayat
suci Al-Qur’an kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya serta Mars PMII.
Sambutan dari ketua panitia, ketua rayon serta ketua Pengurus Cabang kemudian
Ketua Komisariat. Pembukaan acara Mapaba di tutup dengan pembacaan doa.
Dalam
sambutannya, Sahabat Hilmi Ahmad Marzuqi selaku Ketua Umum Rayon Wisma Tradisi
menyampaikan “MAPABA merupakan proses orientasi dan juga sebagai jenjang awal
kaderisasi dalam PMII, terkhusus di Rayon Wisma Tradisi. Pentingnya MAPABA
bukan hanya untuk dilaksanakan, tetapi bagaimana kita bisa menempatkan diri
sebagai anggota PMII dalam wilayah proses yang seharusnya. Dalam MAPABA kita
mencoba untuk memiliki keyakinan, bagaimanakah organisasi PMII ini,
dilaksanakan. Sehingga kita tidak salah pemahaman, bahkan sampai ditaraf kita
salah dalam menggerakkan kebutuhan yang seharusnya diperjuangkan. Masing-masing
dari kita saling memiliki peran, tak menafikan satu sama lain dalam wilayah
perjuangan”.
Kegiatan MAPABA tahun ini terdapat 6 materi yang
diisi oleh pemateri yang sudah handal di bidangnya. Pemateri yang di undang pun
ada yang bisa langsung datang ke tempat kegiatan dan ada yang melalui media platform
online. Setelah materi peserta dianjurkan untuk mengikuti kegiatan diskusi
group (DG) dengan wali DG masing – masing. Panitia MAPABA juga mengupayakan
agar peserta tidak merasa jenuh dengan menampilkan beberapa hiburan seperti
adanya sholawatan dan juga inagurasi.
Pada hari ketiga yaitu hari terakhir, kegiatan
mapaba menggunakan konsep hybrid, peserta yang bisa datang kelokasi MAPABA
menerima materi dan mengikuti panel serta melakukan pembaiatan di lokasi MAPABA
tak lupa dengan mematuhi protokol kesehatan. Tercatat 71 peserta Mapaba yang
mengikuti pembaiatan secara offline, terdapat 267 peserta yang dibaiat menjadi
bagian keluarga besar PMII Rayon Wisma Tradisi.
Pada wawancara yang dilakukan setelah kegiatan
MAPABA, Sahabati Habibah Ella Tasya selaku Koordinator Fasilitator menyampaikan
“Banyaknya peserta yang ikut hadir di MAPABA offline dan online menjadikan
kesan tersendiri bagi para fasilitator karena harus mampu mensinkronkan antara
peserta offline dan juga online. Dimana peserta MAPABA juga banyak yang aktif
dan kritis. Pesan dari saya, dari apa yang di komitmenkan oleh Korp ANTARIKSA
bisa di wujudkan, yang penting istikomah dalam pergerakan. Korp ANTARIKSA
merupakan korp terbanyak di Wisma Tradisi, harapannya sederhana semoga Korp
ANTARIKSA tetep bersatu, tetap ingat janji-janji dan komitmen nya untuk rayon.
Untuk Rayon sendiri semoga bisa makin
adaptif dalam mewadahi apa yang diminta anggotanya, internal kepengurusan harus
lebih solid dalam mengkader dan kita bener-bener bisa menjaga 267 anak”.
Kontributor : Himmayatul Zulva Ilmayani
0 Komentar