Pembacaan Press release Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Wisma Tradisi, menggelar deklarasi pada tanggal 18 April 2021 di Omah PMII Yogyakarta. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk pernyataan atas kelahiran angkatan 2020 PMII Rayon Wisma Tradisi, yang disebut dengan Korp SOLID. Acara tersebut berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh keluarga besar PMII Rayon Wisma Tradisi. Kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh ketua Komisariat Pondok Sahabat UIN Sunan Kalijaga dan ketua PC PMII Yogyakarta. Pada kesempatan tersebut, beberapa perwakilan dari Korp SOLID menyampaikan aspirasinya melalui orasi dan puisi, setelah sebelumnya dibuka dengan penanyangan video narasi sebagai bentuk kritik terhadap pendidikan. Kemudian di akhir sesi, ditutup dengan adanya pembacaan press release yang mengandung beberapa tuntuntan yaitu : Mendukung segala upaya pemerintah dalam merealisasikan pendidikan yang seluas luasnya untuk seluruh warga negara Indonesia , menuntut pemerintah untuk mengambil setiap kebijakan pendidikan yang pro terhadap rakyat, menuntut pemerintah untuk memperhatikan situasi dan kondisi masyarakat terkait pemenuhan alat penunjang pembelajaran selama situasi pandemi dan juga segera melakukan evaluasi pelaksanaan pembelajaran daring dengan memperhatikan hak-hak peserta didik dalam memperoleh pemenuhan pendidikan. Tidak hanya itu saja, Korp SOLID telah mengadakan deklarasi di pertigaan revolusi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (16/4/21) menjelang berbuka puasa. Kedua kegiatan ini merupakan suatu rangkaian kegiatan yang bertujuan mendeklarasikan bahwa telah lahir korp SOLID pada tanggal 8 November tahun lalu. Kegiatan ini diawali dengan penyampaian orasi dan puisi, diiringi dengan seruan lagu perjuangan dari seluruh peserta deklarasi. Penampilan tersebut membawa pesan-pesan yang bertajuk pendidikan. Seperti yang disampaikan oleh Muhammad Dalhar selaku ketua Korp,“Deklarasi kali ini kami membawa tema besar tentang pendidikan di Indonesia, dengan tujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Kami juga berharap Korp SOLID tetap konsisten menjadi garda terdepan untuk mengawal isu-isu pendidikan.” Sebelumnya seluruh anggota yang tergabung dengan Korp SOLID memang telah melaksankan berbagai rangkaian diskusi, dengan membedah berbagai permasalahan pelaksanaan pendidikan Indonesia. Latar belakang yang mendasari tema besar kegiatan tersebut adalah sebagai bentuk respons atas berbagai permasalahan pendidikan yang tidak kunjung usai, salah satunya ialah problematika pemerataan pendidikan di Indonesia. Padahal persoalan pendidikan sudah seharusnya menjadi perhatian bersama. Peserta aksi menyoroti UU No. 20 Tahun 2003 Pasal 05, yang menjelaskan bahwasannya pendidikan ialah hak seluruh warga negara. Namun realitasnya, harapan tersebut belum mampu berjalan sebagaimana mestinya. Masih banyak warga negara yang belum mampu mengakses pendidikan akibat dari berbagai permasalahan, salah satunya pendidikan yang mahal. Dalam acara deklarasi tersebut, seluruh anggota Korp SOLID juga berkomitmen penuh untuk membangun dan mengawal isu-isu yang berkembang di tengah masyarakat. Dengan itikad baik ini seluruh anggota berharap kedepannya agar benar-benar mengawal seluruh persoalan-persoalan penting, yang membangun kehidupan masyarakat menuju arah yang lebih baik. Tentunya dengan melakukan berbagai upaya yang sesuai dengan tujuan awal keberadaan Korp SOLID. Selain itu peserta deklarasi juga melakukan gerakan aksi sosial dengan membagikan beberapa bingkisan buka puasa kepada masyarakat yang melintas. Hal itu sebagai bentuk syukur atas lahirnnya Korp SOLID. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Basri Asyibli selaku Koordinator Ke-PMII-an Rayon Wisma Tradisi, “Lahirnya Korp SOLID juga harus berdampak kepada seluruh elemen masyarakat, sehingga tujuan terbentuknya angkatan ini memang dirasakan oleh semua kalangan”. Di akhir sesi ketua umum PMII Rayon Wisma Tradisi, sahabat Ahamad Jazuly menuturkan pesan kepada seluruh peserta deklarasi. “Di tengah berbagai problematika yang menyelimuti bangsa Indonesia, sudah seharusnya elemen muda berani mengambil sikap dan peran untuk membenahi permasalahan disetiap lini. Terlebih persoalan pendidikan.” Ia juga menegaskan, semenjak keberadaan Covid-19 sendi-sendi kehidupan masyarakat mengalami perubahan yang cepat. Dan hal itu menjadi tanggungjawab besar generasi muda untuk merespons segala perubahan dengan bijak. Kegitan tersebut diakhiri dengan berbuka puasa secara bersama-sama. Kontributor: M. Lubab Rofiul Ula |
0 Komentar