Yogyakarta, Rayonwistrad.com. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Wisma Tradisi, gelar Pelantikan dan Rapat Kerja ke-52 periode 2020/2021. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, (12/08/2020) di Bale Gadeng, Sleman. Agenda besar yang kedua kalinya pasca RTAR-LII ini, tetap digelar secara kolektif dengan mempertimbangkan setiap protokol kesehatan di masa pandemi.
Momentum ini mengusung tema, "Menuju PMII yang Kritis, Transformatif dan Produktif". Sahabat Ahmad Jazuly selaku ketua terpilih dalam forum RTAR-LII (10-11/07/2020) menuturkan, bahwa tema tersebut merupakan jawaban atas realitas kondisi saat ini, khususnya di era pandemi, yang sangat diperlukan adanya gebrakan inovasi di setiap teknis gerakan. Ia juga berharap, "Semoga forum kali ini, dapat melahirkan gagasan baru dan pola kaderisasi yang sejalan dengan realitas zaman".
Kegiatan ini dihadiri berbagai lintas angkatan di Rayon Wisma Tradisi. Selain itu, sahabat Muhammad Alwi ketua Pengurus Komisariat (PK) PMII Pondok Sahabat UIN Sunan Kalijaga dan sahabat Yanju Sahara, S. Hub. Int ketua Pengurus Cabang (PC) PMII Yogyakarta, juga tercatat hadir dalam forum tersebut.
Acara pelantikan berlangsung secara khidmat, disaksikan oleh setiap peserta dan tamu undangan. Pelantikan tersebut, dipimpin langsung oleh ketua PC PMII Yogyakarta. Terdapat 65 nama Pengurus Rayon yang baru saja dilantik dan yang akan meneruskan estafet pergerakan selama satu tahun ke depan. Mereka terdiri dari angkatan 2018 yang mendeklarasikan dirinya sebagai Korp Keris.
Sahabat Yanju Sahara, S. Hub. Int dalam sambutannya menaruhkan harapan besar pada pengurus Rayon Wisma Tradisi yang baru. "PMII merupakan organisasi besar, meskipun terkandala pandemi kaderisasi harus tetap berjalan. Dalam artian harus dapat menemukan formulasi yang tepat dan efektif di masa pandemi,” ungkapnya.
Demikian pula dengan sahabat Muhammad Alwi, Ia mengingatkan kembali kepada seluruh peserta. "Selain sebagai organisasi pengkaderan, PMII juga lahir sebagai organisasi perjuangan”. Maka dengan ini program kerja yang disusun nantinya juga harus berpijak pada basis kerakyatan dan perjuangan.
Dalam kesempatan tersebut, juga diadakan Stradium General pasca prosesi pelantikan. Menghadirkan narasumber dari demisioner pengurus rayon periode 2018/2019 dan 2019/2020, yakni sahabat Wildan Faiz Mubarok dan sahabati Ilma Afida Nur Diana. Sahabat Acep Wahyu salah satu pengurus yang baru saja dilantik mengungkapkan, "Kegiatan Stadium General ini, bertujuan untuk memberikan gambaran tentang sistematika kepengurusan kepada setiap Pengurus Rayon yang baru, sehingga mereka paham tentang tanggung jawabnya ke depan".
Sahabati Habibah Ella Tasya juga menambahkan, "Stadium General kali ini juga dengan maksud untuk meningkatkan kembali rasa semangat tiap kader, sehingga pada forum raker mereka tidak berangkat dari ruang kosong dan mampu memberikan gagasan juga inovasi yang terbaik di setiap sendi pergerakan, terlebih saat ini pada kondisi pandemi".
Di kesempatan wawancara tersebut, sahabat Yusuf damartaji selaku sekertaris Rayon Wisma Tradisi ikut menegaskan bahwa, "Tidak jauh berbeda dengan forum RTAR beberapa minggu silam, kegiatan Pelantikan dan Rapat Kerja ke-52 ini juga tetep mempertimbangkan protokol kesehatan, tanpa mengurangi esensi kegiatan. Dari sinilah kita belajar untuk dapat menentukan skema gerakan kedepan, yang kontekstual", ungkapnya di akhir acara Stadium General.
Selanjutnya, forum Rapat Kerja ke-52 juga berjalan kondusif. Setiap peserta terlibat aktif memberikan ide dan gagasannya dengan baik, tentunya dengan harapan roda organisasi PMII tetap eksis di setiap keadaan. Kegiatan ini berhasil melahirkan program kerja Pengurus Rayon periode 2020/2021, yang terdiri dari setiap instrumen kepengurusan meliputi BPH, BIRO dan LSOR.
Di akhir acara, awak media berkesempatan bertemu dengan ketua Rayon Wisma Tradisi. Sahabat Ahmad Jazuly mengungkapkan, "Kegiatan ini merupakan awal dari sebuah perjuangan, pengabdian dan pengorbanan. Setelah Pengurus Rayon resmi terbentuk, dan program kerja telah ditentukan. Semoga setiap rencana tersebut dapat terlaksana sebagaimana mestinya".
Ia juga berpesan kepada setiap anggota dan kader Rayon Wisma Tradisi untuk tetep berpegang teguh pada nilai-nilai PMII di setiap keadaan. "PMII merupakan tanggung jawab kita bersama, militansi pada PMII tidak dapat diduakan,” tambahnya.
Selain itu ia juga menuturkan bahwa kondisi pandemi ini, tidak boleh disalahkan secara pragmatis. Tetapi dari situ, kita harus berbenah diri menyiapkan setiap inovasi gerakan yang sejalan dengan protokol pandemi dan tentunya yang tidak mencederai tujuan PMII. Sehingga kaderisasi tetap berjalan, serta eksistensi PMII akan tetep utuh di setiap keadaan, baik tatap muka ataupun secara virtual.
Kontributor : M. Lubab Rofiul Ula
Editor : Windi Novrianti
3 Komentar
Lanjutkan
BalasHapusSiap mas
HapusLanjutkan
BalasHapus