Yogyakarta, Rayonwistrad.com. Pergerakan
Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Wisma Tradisi, sukses menggelar Rapat
Tahunan Anggota Rayon ke-52 (RTAR-LII). Kegiatan ini dilaksanakan pada hari
jum’at-sabtu (10-11/07/2020) di pondok pesantren al-Qodir, Cangkringan, Sleman. Dengan
mengusung tema “New Generation Movement”.
RTAR merupakan
acara tahunan yang dilaksanakan oleh setiap tingkatan rayon dalam organisasi
PMII. Acara ini sangat penting dilaksanakan, karena dalam rapat tahunan inilah
dilakukan berbagai pembahasan, dalam rangka kelanjutan gerakan sebuah
organisasi.
Nur Faizatul
Karomah selaku ketua panitia kegiatan mengungkapkan, “forum RTAR kali ini
dihadiri oleh berbagai angkatan di rayon wisma tradisi”, hal ini
membuktikan kedudukan dan peran RTAR sebagai pentas demokrasi tertinggi di
tingkat rayon. Ia juga berharap agar peserta dapat memaksimalkan acara
tersebut, dan dapat memunculkan gagasan yang terbaik demi progresivitas gerakan
rayon ke depan.
Mengingat
kedudukan RTAR sebagai forum tertinggi, bukan berarti harus mengabaikan
protokol kesehatan di masa pandemi. Peserta sidang diwajibkan mematuhi setiap
aturan yang ditetapkan panitia, seperti memakai masker, jaga jarak, dan tidak
diperkenankan kontak fisik secara langsung.
Mekanisme
kegiatan RTAR-LII cukup berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena
menggunakan 2 (dua) metode offline dan online. Metode offline
dilakukan secara langsung, dengan tetap mempertimbangkan peraturan panitia dan
protokol kesehatan, seperti pemakaian masker dan jaga jarak selama prosesi
kegiatan berlangsung. Penambahan metode online dikhususkan bagi keluarga
rayon wisma tradisi yang tidak dapat mengikuti forum secara offline,
sehingga mereka yang tidak dapat hadir tetap mampu menyaksikan dan
merekomendasikan gagasannya melalui media online yang disediakan panitia.
Menurut demisioner
ketua rayon (2019/2020) sahabat Wildan Faiz Mubarok dalam sambutannya, “Masa
pandemi bukan alasan untuk mereduksi produktifitas gerakan, melainkan harus
mampu memupuk inovasi gerakan yang efektif dan sejalan dengan protokol
kesehatan”. Acara inipun berlangung secara khidmat, walaupun dengan situasi dan kondisi yang berbeda, peserta sidang tetap antusias mengeluarkan gagasannya.
Dalam momentum
ini terdapat 3 (tiga) kandidat calon ketua rayon yaitu sahabat Ahmad Jazuli, M.
Rizki Ashof Maulana dan Acep Wahyu. Sahabat Andi Saputra selaku ketua Badan
Pekerja Rayon (BPR) mengungkapkan, “Ketiga kandidat calon adalah kader-kader
terbaik rayon wisma tradisi, dan mereka memiliki kualitas dan potensi yang sama
baik, untuk meneruskan estafet perjuangan PMII”. Pada kesempatan ini,
sahabat Ahmad Jazuli resmi terpilih sebagai ketua rayon priode 2020/2021,
mekanisme pemilihan tersebut dilakukan dengan cara penghitungan suara dari
seluruh peserta sidang.
Di akhir sesi
sahabat Ahmad Jazuli sebagai ketua terpilih, menyampaikan terima kasih kepada
seluruh peserta sidang yang telah mempercayakan amanat kepada dirinya. Ia juga
berjanji akan menjalankan roda organisasi dengan sebaik-baiknya.
Kontributor : M. Lubab Rofiul Ula
Editor : Yusuf Damartaji
6 Komentar
salam pergerakan!!!
BalasHapusSebab menjadi mahasiswa pergerakan adalah bagaimana kita bisa selalu inovatif terhadap perkembangan zaman. Jangan hanya karrna suatu masalah. Maka kau menyerah.
BalasHapusSikap PMII Rayon Wisma Tradisi sangat luar biasa profesional guna mencetak regenerasi kepemimpinan yang akan datang.
Salam Pergerakan!
Mantap..
BalasHapusBergerak selalu pergerakanku
BalasHapusGood
BalasHapusBergerak wujud sebuah kehidupan,Salam Pergerakan!!!
BalasHapus