Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Puasa Ramadhan Mendidik Rasa Kemanusiaan


        Bulan Romadhon adalah bulan yang sangat indah di dalamnya terdapat hikmah-hikmah yang sangat luar biasa yang tidak ada di bulan selain bulan Romadhon, didalamnya memiliki nilai-nilai yang luhur ,nilai-nilai spiritual,  nilai-nilai kepribadian  dan nilai-nilai sosial.
        Alloh SWT memerintahkan kita untuk berpuasa dibulan Ramadhan dengan hukum wajib atas orang-orang yang beriman, bahkan Alloh sendiri yang akan membalasnya dengan pahala yang berlipat ganda bagi hambaNya yang berpuasa dengan penuh khidmat dan keikhlasan.  Khidmat bisa diartikan sebagai kekhusyukan bagi yang melaksanakan puasa, tidak lupa juga akan selain dirinya bahwa banyak yang berpuasa, jika orang mampu untuk memberikan sesuap nasi bagi orang yang puasa maka Alloh akan memberikan pahala baginya seperti orang yang puasa, sungguh bulan yang amat suci dan penuh kebahagiaan. 
         Ikhlas ialah instrumen yang harus ada didalam diri orang yang berpuasa karena itu hal yang mendasar yang harus ada bagi seseorang, Alloh swt tidak akan memberikan pahala yang besar tanpa hambaNya pernah tulus dengan apa yang dilakukannya, seperti halnya puasa Romadhon yang penuh arti bahkan makna yang subtantif bagi manusia yang ada di dunia.  Berpuasa di bulan Romadhon memiliki nilai-nilai yang luhur, ada beberapa nilai yang harus kita implementasikan dalam realitas kehidupan,
  a. Nilai spiritual
       Puasa dalam pengertian agama ialah menahan diri dari hal yang membatalkan puasa dari waktu sebelum adzan shubuh sampai waktu adzan sholat magrib, hal-hal yang membatalkan yaitu makan dan minum, tetapi banyak pandangan ulama yang menafsirkan hakikat puasa, syeikh abdul qodir aljailani, mengatakan bahwa puasa dibagi menjadi 2: 
  1. Puasa syariah ialah puasa yang diwajibkan oleh Alloh swt seperti puasa di bulan Romadhon, maka banyak dari orang mukmin yang masih mampu melakukan ibadah puasa di bulan Romadhon, yang didalamnya memiliki keindahan di setiap harinya karena perbedaan pahala di setiap harinya, bahkan di malamnya disunahkan pula untuk melaksanakan ibadah terawih secara berjamaah hanya di bulan Romadhon.
 2. Puasa hakikat ialah puasa yang secara tersirat manusia seharusnya melaksanakannya di setiap waktu, puasa ini sangatlah berat bagi hamba yang masih prematur dalam beribadah kepada Alloh,  di dalamnya mengandung makna bahwa manusia harus bisa menahan hawa dan nafsu setiap detiknya, tak boleh melakukan hal-hal yang negatif apalagi merugikan orang lain, maka sulit melaksanakan puasa tersebut dan hukum melaksanakan puasa ini tidaklah wajib.
     Maka nilai spiritual didalam puasa sangatlah penting, sehingga manusia dapat lebih bisa mendekatkan diri terhadap Alloh swt, dengan berpuasa yang khidmat dan ikhlas, tanpa adanya niatan untuk pamer kesiapapun, karena Alloh swt sendiri yang akan memberi pahala secara langsung, bahkan jika ada hamba yang tak berpuasa tanpa ada alasan yang sesuai aturan agama, maka Alloh akan rugi dan sedih. Alloh swt memerintahkan kepada seluruh manusia dalam kebaikan, tetapi hanya 1 perintah yang Alloh sendiri juga melaksanakannya, yaitu berpuasa. 
   B. Nilai kepribadian
             Nabi Muhammad saw bersabda “sebaik-baiknya manusia ialah manusia yang bermanfaat bagi orang lain”, makna hadist diatas manusia harus bisa menjadi pribadi yang baik dan bermanfaat bagi dirinya dan orang disekitarnya, menjadi pribadi yang baik atau sholeh sangatlah sulit bahkan butuh keistiqomaan setiap detik, menit, jam bahkan tiap harinya. Berpuasa merupakan salah satu instrumen yang sangat tepat untuk mendidik diri mejadi pribadi yang sholih, bagamaina tidak, setiap hari kita diterpa dan dilatih agar menjaga dari perbuatan maksiat, yang tidak bermanfaat bagi diri kita apalagi kepada orang lain, berpuasa menjadikan kita pribadi yang sempurna dalam berfikir, berbicara bahkan berbuat, karena dengan kedisiplinan dalam berpuasa bisa menjadikan kepribadian kita semakin baik.
C. Nilai sosial
         Berpuasa di bulan suci Romadhon mendidik diri kita untuk peka akan kehidupan di sekitar kita, mendidik untuk menjadi manusia yang mengerti kesusahan, kesenangan bahkan kebahagiaan orang lain bahwa kenikmatan yang paling indah ialah berbagi dengan orang yang tidak mampu, maka Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam pernah bersabda tangan yang memberi lebih baik daripada tangan yang menerima.
      Prinsip persamaan harus ada di dalam diri manusia sebagaimana nabi mencontohkan perihal yang baik terkait dengan interaksi sosial satu sama lain, bahkan berbeda agama berbeda keyakinan berbeda suku bangsa dan negara, puasa juga mengajari kita agar mengasah rasa kemanusiaan.
         Di tahun ini puasa kita berbeda dengan puasa sebelumnya karena hampir mayoritas umat Islam di dunia mendapatkan cobaan penyakit yang bernama COVID 19. Jika kita telusuri hampir semua kebudayaan yang kita lakukan secara tradisi terputus karena adanya peraturan pemerintah yang tidak mengizinkan bagi daerah yang terkena zona merah banyak orang -orang  yang terkena COVID 19, sholat di rumah, jangan dulu bersalaman bahkan tidak boleh dilakukan pengajian-pengajian yang melibatkan pihak luar dan banyak orang. Sesungguhnya Ini adalah sebuah peringatan dari Allah subhanahu wa ta'ala banyak mungkin manusia yang lupa akan kenikmatan kehidupan yang memiliki arti  sangat substansi di dalam diri manusia itu sendiri,  sebelumnya kita bisa tertawa bersama kita bisa berinteraksi lebih lepas kita bisa berdiskusi tanpa ada batasan, kita bisa sholat bersama, kita bisa mengadakan pengajian dengan nikmat, tetapi di waktu sekarang semua dibatasi dengan peraturan-peraturan pemerintah karena pengaruh covid 19 yang banyak merenggut nyawa manusia.
     Sesungguhnya hal yang terbaik yang kita bisa lakukan di puasa tahun ini adalah menjaga  interaksi satu sama lain dengan niatan menyelamatkan jiwa manusia dari penyakit bahkan kematian, jangan paksakan kita untuk beribadah terawih dan tadarus di masjid, melakukan pengajian yang subtansinya adalah sebuah ibadah yang sebaiknya dilakukan dan memiliki ganjaran yang berlipat ganda di bulan Romadhon, tapi jika kita kontekskan dengan keadaan sekarang, maka mengasah rasa kemanusiaan dan tidak ada perbedaan di antara kita itu penting, apalagi banyak masyarakat yang miskin yang mengeluhkan kondisi ekonominya, banyak tukang ojek buruh pekerja yang merasa kesusahan karena COVID-19 ,seyogyanya di bulan puasa Romadhon tahun ini kita semakin rajin untuk membantu satu sama lain jangan saling membenci satu sama lain , apalagi ada orang yang terkena COVID 19 dan kita jauhin bahkan kita usir, itu bukanlah persamaan  rasa kemanusian, bukanlah karakter substansi dalam berpuasa, karena puasa sesungguhnya mengajarkan kita arti persamaan hidup bagaimana menjadi manusia yang lebih baik.
-Ricky Habibulloh

Sumber Gambar : https://www.google.com/amp/s/kaltim.tribunnews.com/amp/2019/05/06/terpopuler-kumpulan-ucapan-selamat-puasa-ramadhan-2019-bisa-kirim-via-whatsapp-dan-facebook

Posting Komentar

0 Komentar