Asa pergerakan
Pada malam yang bersalam pada sunyi
Pada subuh yang menyahut dengan teguh
Lantunan harapan dan doa terjunjung tinggi
kepada semesta
Penantian panjang akan kelahiran suatu
pergerakan dan perubahan
~
Di kejauhan, seseorang berseru dengan lantang
“Hei,dia sudah lahir. Kutegaskakan,dia sudah
lahir”
Suara itu terdengar sampai ke pelosok negeri
Suka cita tercipta
Bersamaan dengan senyum yang tak palsu
Dan sedih yang sudah
-
Sementara
Aku bertanya-tanya
“Suara siapa itu?siapa yang telah lahir?”
Aku yang masih terpatri ambisi dan diri
sendiri
Aku yang terjejal oleh keangkuhan dan
kebodohan
Aku yang masih awam akan pergerakan dan
perubahan
Iya,itulah aku sebelum mengenalmu
-
Kala itu
Di suatu lembaga yang berlalu lalang manusia
Desas-desus nama mu pun diperbincangkan
Dari kemanusiaan hingga romantisme pergerakan
“Hei, siapakah engkau?aku ingin mengenal mu”
-
Dengan tangan kiri mengepal
Dengan satu tarikan nafas panjang
Salam “salam pergerakan” pun dilontarkan
dengan lantang
Ya,salam pergerakan
Salam yang tak asing,tapi juga tak usang
Apalagi lekang oleh zaman
Salam yang sahaja, tapi berjuta makna
Salam yang membuat bergetar sekumpulan manusia
Baik diri sendiri maupun manusia yang
mengimani
-
Tepat hari itu,pada 17 April
Masih kutatap kalender kecil penuh catatan
teoritis
Aku melihat tanggal yang sakral
Bukan tanggal yang mengkisahkan romantisme
kasih tuan dan puan
Tetapi,tanggal yang mengkisahkan romantisme
kelahiran dan harapan pergerakan di bumi Pertiwi
-
Dibawah Panji mu,biru kuningku
Ku teguhkan setiap langkah kaki ku untuk
mengabdi padamu
Darimu
Kutemukan kehangatan sebuah keluarga
Darimu
Aku sedikit terlepas dari intimidasi kebodohan
Darimu
Aku lebih dekat kepada pencipta semesta
-
Genap sudah usiamu
60 tahun sudah engkau mengabdi pada negeri ini
Selamat menua biru kuningku
Dari aku,yang tak pandai merangkai kata
Aku hanya kader awam yang masih harus banyak
belajar
Namun, lantunan doa selalu kupanjatkan pada
pencipta semesta
Tentang keselamatan dan keutuhan pergerakanmu
-
Sekali lagi, selamat menua PMII ku
Tumbuh subur lah pergerakan mu
Dalam pengawasan Tuhan yang maha tau,aku
mengabdi padamu
Demi ibu yang melahirkan ku,dalam kebimbangan
pun aku masih bersama mu
Demi sahabat- sahabati yang kuanggap keluarga
di bawah naungan mu
Biarkan aku dan sahabatku ikut serta dalam
membangun kejayaan mu
Yogyakarta,16
April 2020
MJR
0 Komentar