Yogyakarta, Rayonwistrad.com.
PMII Rayon Wisma Tradisi kembali menyelenggarakan
Sekolah Pendidikan Kritis (SPK). Kegiatan yang telah menjadi suatu trademark
bagi Rayon Wistrad, pada tahun ini mengusung tema“Menelisik
Wajah Pendidikan Indonesia”. SPK se-regional Jawa ini akan dilaksanakan mulai tanggal 13-15 Maret 2020, di Pondok Pesantren Baitul Kilmah, Pajangan, Bantul.
Kegiatan yang telah menjadi suatu trademark bagi
Rayon Wistrad ini merupakan salah satu langkah konkret Rayon
Wisma Tradisi, yang notabene berasal
dari fakultas pendidikan, untuk berkontribusi aktif
dalam meningkatkan kualitas khususnya
nalar kritis atas penyelenggaraan pendidikan nasional. Sejumlah pemateri yang
mumpuni di bidangnya dijadwalkan akan hadir untuk mengisi sejumlah materi SPK.
Dengan mengusung tema di atas, diharapkan
kader-kader PMII dapat membaca arah gerak penyelenggaraan pendidikan nasional, menyibak
nilai positif-negatif di dalamnya, membangun nalar kritis dan mampu merumuskan
sebuah konsep yang ideal pendidikan nasional.
Dalam kesempatan lain, Sahabat Kresna Stiawan yang
didapuk sebagai koordinator fasilitator menyampaikan 3 hal yang membedakan SPK
tahun ini dengan SPK tahun lalu.
Pertama, pada SPK kali ini penyusunan hierarki materi SPK, mulai dari materi dasar
hingga mater-materi tambahan, disempurnakan sedimikian rupa demi paripurnanya
pemahaman peserta. Kedua, tokoh-tokoh pendidikan nasional akan diulas
secara khusus menjadi satu materi tersendiri. Dan, ketiga, berbagai
analisis hal-hal yang terkait dengan pendidikan, seperti kebijakan, media,
sekolah alternatif dan lain sebagainya akan dikemas dalam serangkaian diskusi
panel, yang nantinya akan dibedah lebih lanjut serta disusun rencana tindak
lanjutnya di penghujung kegiatan.
Hingga kini tercatat total peserta SPK yang telah
terdaftar berjumlah 74 orang. Sahabati Fastabikul Khairat mengungkapkan bahwa
antusias peserta dari luar wilayah Jogja tergolong besar, yang diprediksikan
akan tiba di Yogya pada malam sebelum pelaksanaan kegiatan. (M.Lubab Rofiul Ula)
0 Komentar