Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Press Conference Konsolidasi BEM Pendidikan Se DIY JATENG


Yogyakarta, RayonWistrad.Com---Kemarin Jumat (3/5) telah berlangsung Konsolidasi BEM Pendidikan Se-DIY JATENG di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Meskipun belum berhasil merumuskun rumusan rekomendasi konkret, konsolidasi setidaknya berhasil menampung beberapa usulan dari perwakilan BEM yang hadir. Berikut ini Prees Release yang dikeluarkan oleh Panitia Kegiatan Konsolidasi.
Assalamualaikum  Wr Wb.
Salam Mahasiswa!
Alhamdulillah pada hari Jum’at 03 Maret 2019, Lembaga Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta telah mengadakan Konsolidasi dengan BEM Pendidikan se- DIY-JATENG dengan Tema “Éducation with Culture and Local Wisdom” .Acara ini adalah bagian dari rangkaian HARDIKNAS 2019 yang diadakan oleh berbagai LKM dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga dari tanggal 25 April 2019 sampai 4 Mei 2019.
Acara ini di hadiri oleh 6 BEM pendidikan delegasi tiap Universitas se-DIY-JATENG. Diantaranya dari IAIN Salatiga, IAIN Kudus, UIN Sunan Kalijaga, UIN Walisongo, IAIN Surakarta, IAIN Purwokerto. dan IMMAPSI (Ikatan Mahasiswa Manajemen Pendidikan Seluruh Indonesia)
Forum ini berlangsung fleksibel, yang mana diawali dengan presentasi dari tim Lembaga Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan yang didalamnya mengkaji dua topik pembahasan utama yakni             Pendidikan berbasis budaya dan Kearifan lokal serta Anggaran pendidikan. Didalamnya memuat mengenai urgensi, konsep, landasan konstitusional yang lalu dibenturkan dengan relita yang ada di masa sekarang.
Berikut ini beberapa tawaran untuk pendidikan yang dihasilkan diantaranya :
1.      Disamping guru harus menjadi pendidik yang profesional yang sadar akan posisioning sebagai pendidik yang diutarakan oleh KH. Dewantara yaitu digugu, dianut, dan ditiru maupun kompetensi Pedagogik, Kompetensi Kepribadian, Kompetensi Sosial,dan Kopentensi Kepribadian.
2.      (Silva IAIN kudus) membangun sekolah culture atau sekolah budaya di indonesia untuk mengatasi krisis moral dan di mulok terdapat local wisdom.
3.      Ketika guru mengajar harusnya paham tentang manajemen yang mencakup semua aspek pendidikan
4.      Upaya dalam meningkatkan mutu pendidikan, Pemerintah harus menempatkan personalia pada tempat atau jabatan sesuai kemampuan yang dimiliki.
5.      Membuat peraturan yang tegas dan jelas mengenai keharusan alokasi DAK ataupun APBD yang bersumber dari APBN (anggaran pendidikan) ke pendidikan. Lalu persentase kekurangan diambilkan dari sumber APBD lain sehingga anggaran untuk pendidikan mencapai minimal 20 % dalam alokasinya oleh setiap daerah.
6.      Memperluas gerakan nyata yang sudah di bangun oleh kementrian pendidikan dan KPI pada tahun 2016; pembentukan gerakan pendidikan nasional tidak langsung yang berorientasikan pada kontruksi berfikir masyarakat disamping tetap melanjutkan gerakan bersama dalam pendidikan nasional langsung pada tahun 2016 melalui TV.

Beberapa Tawaran Pendidikan diatas berasal dari berbagai koreksi dan evaluasi hasil pembacaan serta diskusi dari berbagai BEM Se-DIY-JATENG yang nantinya  akan di olah dan kembangkan lagi dalam forum forum Konsolidasi lingkup kecil selanjutnya sehingga menghasilkan rekomendasi yang akan disampaikan pada pemerintah atau pihak lembaga pendidikan yang berkaitan.
Terakhir kami Ucapkan Terimakasih kepada seluruh pihak yang sudah berpartisipasi. Diharapkan forum tidak hanya berhenti pada kegiatan hari ini saja namun akan ada tindak lanjut kedepannya.
  Wassalamualaikum wr.wb
                        Yogyakarta, 3 Mei 2019

Sumber dan Foro: Panitia (Habibah)

Posting Komentar

0 Komentar