Yogyakarta, RayonWistrad.com------
Malam nanti Sekolah Pendidikan Kritis (SPK) yang diselenggarakan oleh
PMII Rayon Wisma Tradisi akan dimulai. SPK tahun ini sendiri mengatkat tema; PMII
Untuk Negeri: Membangun Nalar Kritis Demi Pendidikan Humanis.
Ketua panitia SPK Rayon Wisma Tradisi, Sahabat Iyan mengungkapkan
bahwa awal mula penyelenggaraan Sekolah Pendidikan Kritis didasarkan pada masih
kurangnya wawasan kader PMII khususnya Rayon Wisma Tradisi terkait wacana pendidikan
kritis.
“Kita meilhat kebutuhan kader saat ini khususnya terkait dengan pendidikan masih sangat kurang, kader masih
butuh asupan-asupan terkait pendidikan kritits
yang tentunya sangat dibutuhkan kader PMII,” terang Iyan.
Dengan alasan itulah timbul rencana untuk membuat suatu kegiatan
yang dapat memberikan pemahaman kader PMII Rayon Wisma Tradisi khususnya dan
kader PMII pada umunya mengenai wacana pendidikan kritis,
Tidak hanya sekedar wawasan, lewat SPK panitia juga berharap
nantinya kader-kader PMII juga mampu mengkontekstualisasikan wawasan pendidikan
kritis yang didapatnya ke dalam permasalahan pendidikan yang ada di era
sekarang.
Sahabat Iyan juga mengungkapkan persiapan SPK sudah dilakukan
secara matang. Persiapan-persiapan teknis seperti pembuatan kurikulum,
bahan/materi SPK, SAP hingga Teklap telah dipersiapkan segenap panitia dan tim
fasilitator selama sebulan terakhir ini.
Nantinya selama SPK, peserta akan diberikan materi-materi khususnya
di bidang pendidikan, mulai dari pengantar fisafat pendidikan hingga telaah
kebijakan pendidikan. Semua materi tersebut akan diintegrasikan dan
dikontekstualisasikan dengan realita pendidikan saat ini. Selain materi, peserta
juga akan diajak bermain game-game yang dapat membuka pikiran peserta tentang dunia
pendidikan khususnya yang terkait dengan materi-materi SPK yang diberikan.
Sekitar 40-an peserta yang telah mengikuti proses pendaftaran
sebelumya, akan mengikuti rangkaian kegiatan SPK di Pondok Pesantren Al-Qodir
Cangkringan Sleman Yogyakarta, mulai tanggal 6-10 Maret 2019.
1 Komentar
Mantap, klo bisa nama penulis konsisten dicantumkan min😁
BalasHapus