Boyolali, RayonWistrad.com ----
Dalam seminar nasional pra pembukaan
MUSPIMNAS PMII di Boyolali (23/2) Ketua Majelis Pembimbing Nasional PMII, Cak
Imin menyampaikan setidaknya ada dua hal yang menjadikan PMII menjadi suatu
kekuatan seperti sekarang.
Pertama, PMII bisa menjadi kekuatan karena ia
bisa tumbuh di tengah keterbatasan yang dimilikinya.
“Kita bersyukur kita hidup dalam pas-pas-an....karena
justru hidup dengan pas-pas-an itulah akhirnya kita bisa lulus menjadi kekuatan
yang unggul dan berdaya tahan yang kokoh dan kuat .”
Menurut ketua PB PMII periode 1994-1997 ini, dengan daya tahan
tersebut, menjadikan kader-kader PMII memiliki keunggulan dan kekuatan untuk bisa
bersaing dengan siapapun.
Cak imin menggambarkan betapa begitu mustadafinnya
PMII, dulu Cak Imin sampai sempat membohongi Ibunya untuk membelikan mesin
ketik terbaru dan terbaik dengan alasan untuk menyusun skripsi, padahal mesin
ketik tersebut sedianya hendak ia gunakan untuk keperluan kantor PMII waktu
itu.
Kedua, PMII memiliki ideologi, cita-cita,
ghirrah nilai-nilai yang tidak bisa dibeli dan biyar oleh apapun dan
siapapun, tapi tetap bisa berdaptasi dengan siapapun dan keadaan apapun.
Perjuangan ini memang rumit dan menurut
Cak Imin sahabat-sahabat PMII punya modal dan kesempatan untuk bisa belajar
kilat, caranya dengan belajar dari sejarah tiap etape perjuangan di kebudayaan,
sosial-kemasyarakatan, dan kegamaan kita.
Dan di PMII-lah, menjadi (sarana) percepatan
pematangan dalam pemahaman kepemimpinan,
yang pada akhirnya mampu melahirkan pemimpin-pemimpin tangguh yang siap mewarnai
dan menentukan masa depan Indonesia. []
0 Komentar