Hot Posts

6/recent/ticker-posts

GURU MELAMBAIKAN TANGAN DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER KEPRIBADIAN (1)



Oleh Andi Saputra
Pendidikan merupakan usaha sadar yang dilakukan oleh manusia untuk membina kepribadiannya sesuai dengan nilai-nilai yang terdapat dalam masyarakat dan kebudayaannya. Pendidikan merupakan salah satu cara atau wadah yang digunakan oleh para generasi tua untuk mewariskan segala ilmu dan pengalaman yang mereka punya kepada generasi muda agar kehidupan dimasyarakat tetap berlanjut (sesuai dengan aturan- aturan dan jalan yang ditempuh oleh generasi tua ). Selain itu pendidikan juga bisa diartikan sebagai upaya sadar yang dilakukan oleh setiap individu ( manusia ) untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya (menggali kemampuan yang belum bisa diaktualisasikan).

Pendidikan bila dipandang  secara semantik menunjukan pada sebuah kegiatan atau proses yang berhubungan dengan pembinaan yang dilakukan seseorang kepada orang lain. pendidikan ini dapat terwujud melalui prroses pengajaran, pembelajaran, pembersihan dan pembiasaan dan latihan dengan memperhatikan kompetensi-kompetensi pedagogi berupa profesi,kepribadian dan sosial. Baik pendidikan tersebut berupa lembaga ataupun pendidikan diluar lembaga (bimbingan belajar dll). Pendidikan yang dimaksud merupakan proses yang dilakukan untuk membentuk karakter , akhlak,pemikiran dan kekuatan batin seseorang.

Fungsi dari adanya pendidikan adalah membimbing dan mengarahkan individu (peserta didik) dari tahap pertama sampai tahap yang optimal. Akan tetapi saat ini yang terjadi di Indonesia peserta didik banyak yang tidak patuh terhadap guru, bahkan fakta yang baru – baru ini muncul itu sangat memprihatinkan. Bagaimana peserta didik yang seharusnya mengikuti dan mematuhi semua aturan yang ditetapkan , akan tetapi malah sebaliknya peserta didik merasa tidak terima dengan apa yang dilakukan oleh seoarang pendidik, sampai pada akhirnya menimbulkan tingkah laku yang tidak senono terhadap seorang guru (tindak aniaya). Terus  bila di buat sebuah pertanyaan, sebenarnya  siapakah yang salah peserta didikah? Atau guru sebagai seorang pendidik yang terlalu semena – mena ketika menyampaikaan sebuah materi.

Hal tersebut merupakan sebuah kasus yang mungkin tidak hanya terjadi di Indonesia. Akan tetapi, dari kasus tersebut dapat dipahami bahwa pendidikan adalah salah satu metode yang dilakukan untuk merubah sikap dan tingkah laku peserta didik dan menumbuhkan sikap untuk selalu menghormati guru sebagai pembimbingnya. Lalu bagaimanakah konseptualisasi pendidikan yang seharusnya ada ? 
Bersambung....... 


Nb. Penulis adalah kader PMII Rayon Wistrad Korp Dinamit

Posting Komentar

1 Komentar