Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Jawaban atas isu Miring berorganisasi


ORGANISASI SEBAGAI SOLUSI

 

Mengutip pernyataan Pramoedya Ananta Toer dalam Novel Bumi Manusia, “Pendidikan tidak lain adalah usaha kemanusiaan”. Sebuah nada dering yang mengingatkan kembali status dan peran seorang mahasiswa dalam Perguruan Tinggi. Dalam dinamika group saat OPAK Fakultas Ilmu tarbiyah dan Keguruan, salah satu materinya adalah Tipologi Mahasiswa. Mahasiswa Ideal, sebagai gambaran mahasiswa yang mampu memberikan porsi yang seimbang antara akademik dan organisasi. Mahasiswa tipe ini merupakan mahasiswa yag diidam-idamkan semua pihak, baik orang tua,kampus, bangsa maupun Negara. Mengingat keberadaan mahasiswa tipe ini tidak semata-mata berfikir bagaimana diri dan studinya berjalan mulus. Lebih dari itu, dia juga mau bersusah payah memikirkan orang-orang yang ada di sekelilingnya. Secara proaktif bergerak bahkan melawan kebijakan yang ditilik merugikan nilai-nilai kemanusiaan.

Mengasah kepekaan sosial yang dimiliki seorang mahasiswa Ideal bukanlah ilmu laduni yang bisa di peroleh secara bimsalabim. Melainkan melalui proses yang panjang dan berliku. salah satu langkah untuk menumbuhkan kepekaan sosial tersebut dengan menceburkan diri dan berposes dalam organisasi kemahasiswaan yang ada dalam kampus maupun luar kampus. Karena seorang mahasiswa Ideal,memiliki manajerial dalam mengisi porsi antara teori perkuliahan dengan terapan ilmu di masyarakat.seorang mahasiswa Ideal menyadari akan gerakaan perubahan yang harus mendapat dukungan massa secara luas seperti gagasan Snevlliet.

Hal yang kontras adalah mana kala Tri Dharma Peguruan Tinggi memberikan amanah atas pengabdian pada masyarakat. Namun pada sisi lain, ada beberapa oknum dalam PT yang menghalang-halangi mahasiswa yang akan berorganisasi dengan dalih menggangu kuliah sembari menyodorkan potret mahasiswa dengan masa study diatas empat tahun. Tidak hanya itu, mereka tanpa ragu membuat catatan seakan kaum pergerakan ini tengah membuat dosa besar. Ini adalah point kritik yang sahagbat/i penghuni Gubuk Kuning pertanyakan. Kenapa sisi positif yang kaum pergerakan lakukan seakan tidak ternilai dimata mereka. Secara jujur civitas akademika UIN Sunan Kalijaga harus mengakui bahwa peran dari sahabat/i mahasiswa pergerakan secara aktif tidak terlepas pada kemajuan yang dicapai pihak kampus. Ambil contoh gerakan aksi sahabat/i PMII dalam mengawal birokrasi kampus menghantar kampus Putih ini untuk terus memperbaiki layanan dan mutu kampus. Disamping itu, beberapa sahabat pergerakan pun pernah ambil bagian dalam mewarnai prestasi kampus, bahkan tidak jarang dari mereka lulus dengan predikat cumlaude. Itu artinya, sejatinya antara organisasi dan kuliah saling menopang satu sama lain. Kesimpulanya adalah Ketakutan akan gagal study di Perguruan tinggi karena Organisasi hanyalah Fatamurgana yang diciptakan oleh oknum-oknum tertentu atas ketidakfahaman mereka akan dunia organisasi.Organisasi hadir sebagai solusi yang menawarkan kepedulian pada sesama dengan menghargai nilai-nilai kemanusiaan.

 http://pergerakan-pmii-supel.blogspot.com/2015/05/peran-pmii-dalam-menjawab-tantangan.html

Posting Komentar

0 Komentar