Hot Posts

6/recent/ticker-posts

ISLAM MASA KINI



وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
"Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam." (QS. 21:107)
Perkembangan islam saat ini mengalami perkembangan yang menarik, agama yang berangkat dari timur tengah ini dapat berkembang dan pernah mengusai hampir sepertiga lebih dari belahan dunia. Islam menjadi agama yang terus berkembang dan berinteraksi dengan sekitarnya. Dalam perkembangannya islam mengalami perkembangan paradigma yang menarik. Adonis menyebutkan ada dua aliran besar yang menjadi paradigma dalam perjalanan islam. yaitu “yang berubah” dan “yang tetap”.
Ekspansi islam yang berangkat dari gurun besar di timur tengah itu mengalami dinamika yang menarik. Ekspansi yang dibawa ke barat dengan semangat pedangnya akhirnya mengalami suatu penurunan. Hingga kini kedigdayaan islam hasil ekspansi ke barat tinggal sejarahnya semata. Sedangkan menarik islam yang berkembang ke timur. Islam yang bercumbu dengan kultur timur yang khas menjadikan islam tidak berkembang dengan semangat pedang. Dengan semangat sufistiknya islam berkembang dengan penuh cinta. Dan hasilnya fantastis terbentuklah jenis islam yang sarat akan kultur budaya. Atau mungkin di beberapa kalangan menyebutnya “islam nusantara”
Muhammad autad, salah satu sahabat gusdurian, beliau memetakan ada 3 jenis islam yang berkembang di indonesia saat ini.
1. Islam teroris, islam teroris ini adalah islam yang mewarisi pemikiran keagamaan ala pedang yang di ekspansikan kebarat.
2. Islam aksesoris. Menarik dari kelompok ini. islam ini diwakili oleh kalangan jilbab besar, celana cingkrang, jidat hitam dll. Ada fenomena menarik ketika akhir-akhir ini dunia selebritis kita di kejutkan dengan banyak tokoh-tokoh artis yang merasa melakukan “hijrah”. Contoh artis seperti tengku wisnu, caesar, atau artis kawakan macam meggy. ada hal yang menarik ketika mereka menggunakan istilah “hijrah” ini.
3. Islam turis. Islam ini diwakili oleh kalangan islam yang sering melakukan ziarah wali, atau lebih populer dengan istilah “wisata religius”.
Perkembangan islam inilah yang kemudian menjadikan pemikiran islam di indonesia terus terjadi kritik dari satu pihak ke pihak yang lainnya. Ghazwul fikr atau biasa diterjemahkan perang pemikiran terus bergulir tidak dapat dibendung. Mungkin ini efek dari demokrasi yang terkulturkan dalam budaya pemikiran islam. atau ada faktor lain, entahlah.......?
“cukup, mocoo sing akeh, diskusio sing sering, ngopio sing kenthel, dolano sing adoh....!!!”
Oleh syafii, divisi intelektual PMII Rayon Wisma Tradisi Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Posting Komentar

1 Komentar